5 Alasan Utama Harus Tolak Reklamasi Teluk Benoa Reviewed by Inputbali on . Inputbali, Pariwisata di Bali adalah pariwisata budaya, yang mengekpos budaya Bali sebagai produk utama. Pariwisata sudah menjadi nafas dan urat nadi bagi Bali. Inputbali, Pariwisata di Bali adalah pariwisata budaya, yang mengekpos budaya Bali sebagai produk utama. Pariwisata sudah menjadi nafas dan urat nadi bagi Bali. Rating: 0
You Are Here: Home » Berita Bali » 5 Alasan Utama Harus Tolak Reklamasi Teluk Benoa

5 Alasan Utama Harus Tolak Reklamasi Teluk Benoa


Inputbali, Pariwisata di Bali adalah pariwisata budaya, yang mengekpos budaya Bali sebagai produk utama. Pariwisata sudah menjadi nafas dan urat nadi bagi Bali. Bali juga menjadi ladang bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan. Berbagai villa dan hotel dibangun di Bali.

tolak reklamasi benoa

Tidak cukup membangun villa dan hotel para investor pun berniat mereklamasi teluk benoa. Membuat pulau baru untuk dibangun Hotel. Ada yang pro dengan reklamasi itu tapi tidak sedikit pula yang kontra terutama masyarakat Bali.

Teluk Benoa yang merupakan kawasan konservasi tidak layak untuk direklamasi. Jika reklamasi di kawasan perairan Teluk Benoa dipaksakan maka reklamasi tersebut akan berpotensi menimbulkan masalah baru sebagai berikut :

  1. Hilangnya Fungsi Konservasi
    Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan. Konservasi Teluk Benoa yang akan rusak antara lain :
    – Tampungan air dari 5 DAS(Daerah Aliran Sungai)
    – Kawasan Suci / Campuhan Agung
    – Kawasan ekosistem mangore,terumbu karang dll
  2. Terjadi Banjir
    Reklamasi akan menyebabkan berukurangnya fungsi teluk benoa sebagai tempat penampungan banjir dari 5 sub DAS (Daerah Aliran Sungai). Daerah yang akan menjadi tergenang banjir yaitu : Sanur Kauh, Suung Kangin, Pesanggaran, Pemogan, Simpang Dewa Ruci, Tanjung Benoa, Bandara Ngurah Rai dan dataran rendah sekitarnya.
  3. Rentan Bencana
    Reklamasi dengan membuat pulau baru akan menyebabkan pulau Bali semakin rentan terhadap bencana alam seperti Tsunami dan likuifaksi tanah ( suatu fenomena perilaku tanah yang jenuh atau sebagian jenuh secara substansial kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan, biasanya gempa bumi yang bergetar atau perubahan lain secara tiba-tiba dalam kondisi menegang)
  4. Terjadi Abrasi
    Reklamasi Benoa akan semakin memperparah abrasi pantai di Bali. Baik disekitar Benoa maupun di sekitar Sanur, Nusa Dua, Gianyar, Klungkung dan Karangasem
  5. Kebrangkutan Pariwisata
    Seperti yang telah dijelaskan diawal. Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang bergantung pada kelestarian alam. Jika alam dibuat rusak maka akan berdampak pada kebudayaan Bali yang ikut hancur. Dan tentu yang akan mengalami kerugian ialah penduduk lokal.

Tentu jika dijabarkan lebih luas akan banyak dampat negatif lagi yang didapat jika Reklamasi Teluk Benoa dibiarkan. Tradisi di Bali sangat kental akan Tri Hita Karana .

Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kebahagiaan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara 3 hal yaitu:

  1. Parhyangan (Manusia dengan Tuhan)
  2. Palemahan (Manusia dengan alam lingkungan)
  3. Pawongan (Manusia dengan sesama)

Tentu jika salah satu dari Tri Hita Karana tidak dilakukan akan terjadi ketidakseimbangan lagi di Bali. Jangan biarkan Reklamasi Teluk Benoa berkedok Revitalisasi. Semoga artikel ini dapat bermafaat. Suksma…

sumber : www.forbali.org

comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top