Beberapa Faktor Meningkatnya Status Gunung Agung Ke Level Akhir (Awas) Reviewed by Inputbali on . Inputbali,-  Gunung agung masih terus memperlihatkan aktivitas vulkaniknya pasca statusnya menjadi Level III ( Siaga ). Kemarin dilaporkan bahwa magma atau cair Inputbali,-  Gunung agung masih terus memperlihatkan aktivitas vulkaniknya pasca statusnya menjadi Level III ( Siaga ). Kemarin dilaporkan bahwa magma atau cair Rating: 0
You Are Here: Home » Berita Bali » Beberapa Faktor Meningkatnya Status Gunung Agung Ke Level Akhir (Awas)

Beberapa Faktor Meningkatnya Status Gunung Agung Ke Level Akhir (Awas)





Inputbali,-  Gunung agung masih terus memperlihatkan aktivitas vulkaniknya pasca statusnya menjadi Level III ( Siaga ). Kemarin dilaporkan bahwa magma atau cairan ultra-panas di dalam kawah gunung sudah mulai naik ke permukaan.

Seperti diketahui, Kepala PVMBG melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari kegempaan yang terus meningkat maka status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) oleh PVMBG Badan Geologi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, level Awas adalah level tertinggi dalam status gunung berapi. Status Awas berlaku terhitung mulai, Jumat (22/9/2017) pukul 20.30 Wita kemarin malam.

Berikut beberapa faktor yang menjadi alasan ditingkatnya status Gunung Agung menjadi Level IV (Awas) yang merupakan tahap level tertinggi :

  1. Gempa vulkanik dalam dan dangkal juga terus meningkat, sehingga berdampak ke permukiman warga di lereng gunung.
  2. Pada hari Rabu (20/9/2017), dalam satu hari gempa terjadi hingga 560 kali. Ada 40 kali gempa vulkanik dangkal, dan sisanya gempa vulkanik dalam serta gempa  tektonik
  3. Ada proses pergerakan magma yang mendorong permukaan dan meruntuhkan batuan yang menyumbatnya di jarak 5 kilometer di bawah permukaan bumi.
  4. Dilihat dari frekuensi gempa serta kekuatan amplitudonya, perubahan aktivitas Gunung Agung begitu cepat dan meningkat begitu tajam.

Rekomendasi PVMBG adalah masyarakat di sekitar Gunung Agungdan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 9 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara, Timur Laut, Tenggara dan Selatan-Baratdaya sejauh 12 kilometer.

Pengungsi Gunung Agung

Dijelaskan oleh Sutopo bahwa jumlah penduduk di Kawasan Rawan Bencana 3 (KRB 3) sebanyak 49.485 jiwa yang berasal dari 6 desa di Kabupaten Karangasem. Desa-desa itu adalah Jungutan Kecamatan Bebandem, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem, Desa Sebudi Kecamatan Selat, Desa Besakih Kecamatan Rendang,  Desa Dukuh Kecamatan Kubu, dan Desa Ban Kecamatan Kubu.

Meskipun Bupati¬†Karangasem¬†belum memerintahkan secara resmi mengungsi, namun pengungsian banyak dilakukan secara mandiri oleh warga,‚ÄĚ ujar Sutopo. Dikatakan oleh Sutopo, sebagian besar warga mengungsi karena pengalaman masa lalu saat¬†Gunung Agung¬†meletus besar tahun 1963.

Hingga saat ini BNPB dan BPBD sedang menyiapkan rambu-rambu jarak radius yang akan segera dipasang di tempat-tempat strategis agar masyarakat dapat mengetahui posisi di radius aman atau berbahaya.

 

 




comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top