Maling Tertangkap Mencuri di Pura Daerah Ubud-Bali Reviewed by Inputbali on . Inputbali,- Seoarang pria bernisial EK (29 tahun) nyaris diamuk masa karena tertangkap basah mencuri tabung gas 12 kg, di Pura Dalem Gede Dasar, Banjar Kedewata Inputbali,- Seoarang pria bernisial EK (29 tahun) nyaris diamuk masa karena tertangkap basah mencuri tabung gas 12 kg, di Pura Dalem Gede Dasar, Banjar Kedewata Rating: 0
You Are Here: Home » Berita Bali » Maling Tertangkap Mencuri di Pura Daerah Ubud-Bali

Maling Tertangkap Mencuri di Pura Daerah Ubud-Bali


Inputbali,- Seoarang pria bernisial EK (29 tahun) nyaris diamuk masa karena tertangkap basah mencuri tabung gas 12 kg, di Pura Dalem Gede Dasar, Banjar Kedewatan, Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Pelaku bernama Putu EK, (29) yang sehari hari berprofesi sebagai sopir taxi yang kost di Pemogan Denpasar ini, melakukan aksinya setelah memantau situasi pura sejak dua hari sebelumnya.

maling di pura ubud

 

Ditemui di Mapolsek Ubud, Kapolsek Ubud Kompol I Ketut Widiada SIK menjelaskan pelaku pencurian, EK, asal Desa Aseman, Kecamatan Seririt, Buleleng. Ia mencuri sebuah tabung gas 12 kg yang masih penuh.  Aksi EK diketahui, warga di TKP, I Ketut Sumiasih. Ia melihat ada seseorang memakai celana masuk ke dalam Pura Dalem Dasar.

 

Tersangka yang meringkuk di sel tahanan Polsek Ubud ini, saat kepergok berasalan  melakukan persembahyangan di pura akan tetapi warga yang curiga melihat tersangka membawa karung langsung menggeledahnya dan ditemukan tabung gas 12 kg. Tersangka yang tidak dapat kabur langsung diamankan oleh warga setempat.

 

Polisi mengamankan, barang bukti (BB)  berupa 1 tabung gas elpiji 12 kg, 1 buah karung berwana putih, sebuah linggis kecil, dan sebuah tas pinggang warna hitam, serta pelaku di Mapolsek Ubud. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 1 juta.

Dikutip dari Nusabali, tersangka EK mengaku terpaksa mencuri karena¬†tidak memiliki uang untuk pulang kampung ke Buleleng. EK bekerja sebagai supir taksi, dan tinggal di daerah Pemogan, Denpasar. “Sudah sebulan saya kerja, tapi tidak dapat hasil apa-apa,” ujarnya.

 

Ia juga mengaku terhimpit masalah ekonomi. Ia memperkirakan tabung gas 12 kg isi penuh itu bisa dijual berkisar Rp 300 ribu. Rencananya, uang itu dipakai ongkos pulang ke Buleleng, Senin kemarin. Namun batal, karena ia harus berurusan dengan pihak berwajib.

 

Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar bisa lebih waspada terdapat gerak gerik orang yang mencurigkan.

 

(sumber : Nusabali)

comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top