Polda Bali, Temuan Tas Diduga Berisi Bom di Ubud Tidak Ada Yang Membahayakan Reviewed by Inputbali on . Inputbali,- Tas berisi dugaan bom di warung makan Ubud, Gianyar  yang sempat membuat warga Bali geger ditepis Polda Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AA Inputbali,- Tas berisi dugaan bom di warung makan Ubud, Gianyar  yang sempat membuat warga Bali geger ditepis Polda Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AA Rating: 0
You Are Here: Home » Berita Bali » Polda Bali, Temuan Tas Diduga Berisi Bom di Ubud Tidak Ada Yang Membahayakan

Polda Bali, Temuan Tas Diduga Berisi Bom di Ubud Tidak Ada Yang Membahayakan




Inputbali,- Tas berisi dugaan bom di warung makan Ubud, Gianyar  yang sempat membuat warga Bali geger ditepis Polda Bali. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AA Sudana menegaskan jika ransel yang ditemukan di depan toko di Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, tidak berisi bahan peledak, apalagi bom. Tas itu hanya berisi paspor, gunting kuku, SIM internasional dan tusuk gigi.

kapolda-bali

Sebelumnya, Kapolres Gianyar, AKBP Waluya mengatakan tas tersebut memang berisi bom dengan daya ledak rendah. Bom tersebut berupa rangkaian Mercon ukuran 7 cm sebanyak 4 buah yang didalamnya berisi mesiu, timer dalam bentuk kalkulator, charger dengan rangkaian kabel. ‚ÄúIni rangkaian bom dengan daya ledak rendah, semua rangkaian ini kami temukan terbungkus lakban hitam,‚ÄĚ ucap Kapolres.

‚ÄúTidak ada rangkaian listrik. Tas itu milik Mark Aart asal Belanda. Saat ini dia sedang diperiksa di Polres Gianyar. Tas itu dilaporkan hilang dicuri, sebelum ditemukan di toko tersebut,‚ÄĚ tegas Kombes Sudana, Selasa (20/12).

Kapolsek Ubud, AKP I Nyoman Wirajaya mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Mark Aart.Namun statusnya bukan sebagai pelaku teror bom. Melainkan sebagai pemilik tas.

Sebab, kata dia, sebelum adanya laporan bom, Selasa (20/12/2016) sekitar pukul 08.00 Wita, Mark melaporkan kehilangan tas saat sedang makan sebuah tempat di Jalan Monky Forest, Desa Padang Tegal, Ubud, Bali.

Kapolsek menduga, pelaku teror sengaja mencuri tas milik Mark untuk mengelabui petugas.

“Dalam tas itu berisi paspor Mark Aart. Yang bersangkutan diperiksa sebagai pemilik tas. Sebelumnya, dia memang melaporkan kehilangan tas,” ucapnya. Berdasarkan keterangan Mark, pihak kepolisian tidak mencurigainya.

Mantan Kapolresta Denpasar ini mengimbau supaya semua pihak menjaga kondusivitas Bali. Ia minta jangan menghembuskan isu-isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. ‚ÄúApalagi menjelang tahun baru, jangan sampai informasi yang tidak akurat berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bali. Kita bercermin Bom Bali 1 dan 2, recovery-nya lama. Mari kita sama-sama menjaga keamanan Bali agar terus kondusif,‚ÄĚ ujar mantan Kapolres Gianyar ini.

(sumber: Balipost, Tribun Bali)



comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top