Pura Teratai Bang Hancur Akibat Dari Banjir Dan Longsor di Kawasan Bedugul Reviewed by Inputbali on . Inputbali,- Akibat hujan lebat yang terjadi di kawasan Bedugul, terjadi banjir dan tanah longsor. Pura Teratai Bang yang berlokasi dikawasan kebun raya Eka Kary Inputbali,- Akibat hujan lebat yang terjadi di kawasan Bedugul, terjadi banjir dan tanah longsor. Pura Teratai Bang yang berlokasi dikawasan kebun raya Eka Kary Rating: 0
You Are Here: Home » Berita Bali » Pura Teratai Bang Hancur Akibat Dari Banjir Dan Longsor di Kawasan Bedugul

Pura Teratai Bang Hancur Akibat Dari Banjir Dan Longsor di Kawasan Bedugul


Inputbali,- Akibat hujan lebat yang terjadi di kawasan Bedugul, terjadi banjir dan tanah longsor. Pura Teratai Bang yang berlokasi dikawasan kebun raya Eka Karya Bedugul, Baturiti – Bali ,merupakan salah satu pura yang tak luput dari banjir bandang yang melanda wilayah Bedugul, Rabu (21/12) malam.

longsor bedugul

Hampir seluruh banguan baik pelinggih dan bangunan pendukung lainnya hancur lebur. Anehnya ada dua padmasana, gedong serta pelinggih di utama mandala yang masih utuh. Padahal dari informasi warga setempat, banjir datang dari hulu pura baik dari kiri maupun kanan dan bertemu pas di pura tersebut. Apalagi banjir diikuti dengan batang kayu besar yang ikut terseret longsor dan banjir bandang namun tidak mengenai pelinggih utama. “Ini bukti kebesaran Tuhan, pelinggih utama tidak kena sama sekali,” ungkap Made Dirga di sela-sela meninjau areal Pura, Kamis (22/12).

Akibat kejadian tersebut kawasan kebun raya juga mengalami rusak parah. Lumpur dan bebatuan memenuhi sejuamlah areal taman bermain dan jalan masuk. Sejumlah petugas pun tampak tengah melakukan upaya pembersihan disejumlah kawasan kebun.

Anggota DPRD tabanan I Nyoman Suta memperkirakan untuk penanganan bencana di Pura Teratai Bang dan kawasan Kebun raya diperlukan waktu sekitar sepuluh hari. “Mungkin sekitar sepuluh hari harus ditutup sampai semuanya tuntas,” kata dewan asal Candikuning ini.

Untuk kerugian, Perbekel Candikuning I Made Mudita, memperkirakan kerugian mencapai Rp 5 miliar belum termasuk banten. “Kerugian itu baru untuk fisik belum upacara dan upakarnya,” ungkap Mudita.

Pura lain yang mengalami kerusakan yakni Pura Tirta Mampeh dan Pura Sebatu yang berada di lelerang Puncak sangkur menuju vila milik Megawati Sukarno Putri. Di Pura Tirta Mampeh Bale panjang hancur beserta penyengker. Begitupun di Pura Sebatu penyengker dan pura beji hancur akibat terjangan banjir disertai batang kayu dan batu besar. Kerugian di dua pura itu mencapai Rp 500 juta.

(sumber : Balipost)

comments

@inputbali_id

Leave a Comment

Scroll to top