8 Manfaat dari Pelaksaan Hari Raya Nyepi di Bali Reviewed by Inputbali on . Inputbali,-  Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, Inputbali,-  Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, Rating: 0
You Are Here: Home » Budaya Bali » 8 Manfaat dari Pelaksaan Hari Raya Nyepi di Bali

8 Manfaat dari Pelaksaan Hari Raya Nyepi di Bali


Inputbali,-  Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktivitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandar Udara Internasional pun tutup, namun tidak untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuana Agung/macrocosmos (alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

Berikut 8 Manfaat dari Pelaksaan Hari Raya Nyepi di Bali, yaitu :

1. Hemat Listrik
Umat Hindu tidak menyalakan lampu samasekali selama 24 jam, sejak Selasa (12/3/2013) pagi 06:00 hingga Rabu (13/3/2013) pagi 06:00.
Berdasarkan perhitungan PLN, contohnya di tahun 2012, realisasi KWH yang berhasil dihemat selama 24 jam di Bali saja mencapai 1,125,719 KWH, setara dengan 4.71 miliar Rupiah.

2.Istirahatkan Mata
Aktivitas yang banyak dilakukan di malam hari umumnya nonton televisi atau di depan laptop/tablet. Pendaran cahaya lampu yang terus-menerus masuk ke mata membuat mata lelah. Pada saat Nyepi semua lampu dimatikan total, tanpa terkecuali sehingga mata dipaksa untuk istirahat.

3.Istirahatkan Tubuh
Sel mengalami penyegaran setiap kali tubuh diistirahatkan  yang capek menjadi segar kembali dan yang usang diganti dengan sel baru. Di era modern sekarang ini, istirahat selama 24 jam sudah menjadi kesempatan langka. Jangankan hari kerja, akhir pekanpun masih bekerja. Di hari Nyepi tubuh disitirahatkan total selama 24 jam. Dengan Nyepi, umat Hindu dipaksa menahan nafsu kerjanya untuk beristirahat total selama 24 jam, tidak melakukan aktivitas pekerjaan, sekaligus menyegarkan sel tubuh kembali.

4. Istirahatkan Otak
Bagian terpenting dari tubuh selain Jantung adalah Otak. Otak menjadi pusat kendali seluruh aktivitas tubuh manusia. Mengistirahatkan otak penting. Jika dihari biasanya tubuh beristirahat namun otak masih bekerja keras, di hari Nyepi idealnya otakpun diistirahatkan.

5. Mendekatkan Hubungan Keluarga
Sudah menjadi pemandangan umum, saat ini, bahwa mendapati seluruh anggota keluarga (ayah, ibu, anak-anak) berkumpul bersama adalah sesuatu yang mahal,  selalu ada anggota keluarga yang tidak berada di rumah. Dengan Nyepi, seluruh anggota keluarga niscaya bisa berkumpul bersama selama 24 jam.

6. Istirahatkan Mesin dan Peralatan
Jika di hari biasa selalu ada mesin yang tetap bekerja, dengan amati karya maka aktivitas pekerjaan tidak terjadi selama 24 jam penuh‚ÄĒsehingga otmatis mesin dan peralatan juga istirahat total selama 24 jam. Ini bisa menghemat umur ekonomis (masa manfaat) mesin dan peralatan.

7. Hemat BBM
Tahun 2012 misalnya, pelaksanaan Nyepi di bali telah menghemat 3,000,000 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Bali. Hal ini mengacu pada rata-rata konsumsi BBM di Bali untuk premium 2,300,000 liter dan solar 700,000 liter.

8. Turunkan Polusi
Penggunaan kendaraan saat bepergian, disamping mengkonsumsi BBM juga mengakibatkan polusi udara akibat emisi gas buangan yang timbul dari pembakaran BBM. Dengan tidak bepergian selama 24 jam, polusi akibat emisi gas buangan juga bisa ditekan.
Di tahun 2012 misalnya, sekitar 2,35 juta kendaraan tidak beroperasi di Bali (berdasarkan data kendaraan yang tercatat di Dishub Tahun 2010). Secara teori, jika satu liter BBM memproduksi 2,4 kilogram CO2 dan per hari rata-rata sepeda motor butuh empat liter dan mobil 10 liter, maka sekitar 28,000 ton CO2 tereduksi.

Jika ingin lebih ditelusuri mungkin akan lebih banyak lagi manfaat yang ditemukan dalam pelaksaan Nyepi. Jika ada yang merasa kurang kalian bisa menambahkannya pada kolom komentar untuk bisa saling berbagi informasi dengan semeton yang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jika terdapat penjelasan yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksema…

 

comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top