Akibat Pindah Agama Menurut Pandangan Hindu Reviewed by Inputbali on . Inputbali,- Pindah agama pada umumnya disebabkan karena mengikuti keyakinan dari pasangannya. Karena di Indonesia untuk menikah tidak bisa dengan agama yang ber Inputbali,- Pindah agama pada umumnya disebabkan karena mengikuti keyakinan dari pasangannya. Karena di Indonesia untuk menikah tidak bisa dengan agama yang ber Rating: 0
You Are Here: Home » Budaya Bali » Akibat Pindah Agama Menurut Pandangan Hindu

Akibat Pindah Agama Menurut Pandangan Hindu


Inputbali,- Pindah agama pada umumnya disebabkan karena mengikuti keyakinan dari pasangannya. Karena di Indonesia untuk menikah tidak bisa dengan agama yang berbeda.  Dan tentu masih ada hal-hal lain yang menyebabkan seseorang pindah agama.

pindah Agama Hindu

Berikut adalah sudut pandang dari Agama Hindu jika umatnya pindah agama, yaitu :

1. Setelah Ajal Tiba Atamannya Tidak akan pernah mencapai alam kebahagiaan, kesempurnaan, dan tujuan tertinggi yaitu moksa. Hal ini telah disebutkan dalam Bhagavadgita Xvi.23

Ia yang meninggalkan ajaran-ajaran kitab Suci Veda, ada dibawah pengaruh kama (napsu) tidak akan mencapai kesempurnaan, kebahagiaan dan tujuan tertinggi

2. Setelah Ajal Tiba Atmannya akan tenggelam ke lembah Neraka. Hal ini telah disebukan dalan Manawa Dharma sastra VI.35

Kalau ia telah membayar 3 macam hutangnya (Kepada Brahman, leluhur dan orang tua) hendaknya ia menunjukkan pikiran untuk mencapai kebebasan terakhir. Ia yang mengejar kebebasan terakhir ini tanpa menyelesaikan tiga macam hutannya akan tenggelam ke bawah.

jika sudah meninggalkan agama Hindu berarti tidak bisa lagi membayar 3 macam hutangnya (tri Rna) , karena tidak mengakui adanya Tri Rna.

3. Setelah Ajal Tiba Atmanya tidak akan ketemu jalan menuju Swargaloka. Hal ini telah disebutkan dalam Bhagavad gita III.35

Lebih baik mengerjakan kewajiban sendiri walaupun tiada sempurna daripada dharmanya orang lain yang dilakukan dengan baik, lebih baik mati dalam tugas sendiri daripada dalam tugas orang lain.

Kita sebenarnya telah beragama hindu sejak Atman, Roh dan Jiwa diceptakan Brahman, bukan saat kita dilahirkan, karena kita percaya dengan reinkarnasi / samsara punarbhawa. Berarti sejak Brahman menciptakan kita selama itu pulalah kita telah beragama Hindu. Bisa jadi kita atman telah berusia ribuan tahun, berarti karma wasana sudah melekat juga sejak ribuan tahun.

Kalau seseorang beragama Hindu sejak Atman diciptakan Brahman, lalu pindah ke agama lain, maka karma wasana di agama lain tidak ada artinya, karena dikumpulkan dalam waktu singkat kendati pun dilakukan dengan disiplin dan ketat.

Kisah Nyata Umat Hindu Pindah Agama

Kisah sedih dialami oleh Pak Made yang berasal dari Klungkung. Pak Made pergi ke Jogja untuk kuliah hingga pada akhirnya menikah dengan wanita disana dan mengikuti keyakinan istrinya. Namun pernikahannya itu tidak bisa diterima oleh orang tuanya di Bali. Dan Pak Made pun sudah dianggap anak hilang.

Pak Made bahagia dengan keluarganya dan dikaruniai 3 orang anak laki-laki. Hingga beberapa tahun lalu Pak Made pun meninggal dan dua tahun kemudian di susul oleh istrinya. Meninggalkan 3 anak mereka yang sudah besar.

Sejak mininggal beberapa tahun lalu, Made sering mendatangi ibunya di Bali, baik dalam mimpi maupun dalam keadaan terjaga. Ibu ini sekarang sudah berusia sekitar 70 tahun. Matanya sudah rabun berat. Tapi dalam jaga ia sering melihat anaknya made datang ke rumahnya, kadang-kadang duduk di tangga rumah, kadang-kadang menemuinya di dapur. Ingat ibu ini sudah rabun berat. Ia tidak bisa melihat siapapun. Tapi ia melihat sosok made yang sudah meninggal dengan jelas. Mungkin yang melihat adalah mata bathin-nya? Ia juga mendengar suaranya dengan jelas. Made sering mendatanginya dan menangis sedih sekali.

‚Äúkenapa kamu Made,‚Ä̬† tanya ibu ini satu kali.

Tyang ngidih pelih Me. Tulung kedetin tiang‚ÄĚ (saya minta maaf Ma. Tolong tarik saya. Secara harfiah arti ‚Äėkedetin‚Äô ditarik dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi, dari tempat yang gelap ke tempat yang terang, dari penderitaan kepada kebahagiaan , dari kematian kepada kehidupan. Arti simboliknya di¬† Abenkan ( NGABEN).

‚ÄúTapi kulit Made kan sudah lain‚ÄĚ. ( maksudnya agamanya kan sudah beda ).

“Ya, Saya salah jalan. Sekarang saya berada di lorong yang gelap. Saya tidak bertemu siapa-siapa. Saya dengar istri saya sudah meninggal. Tapi saya tidak bertemu dengan dia. Saya kesepian sekali di sini, Me.

Tolong kedetin tiang‚ÄĚ.

Singkat cerita anak dari Pak Made datang ke Bali, menyampaikan pesan dari Alm. Ibu mereka bahwa Pak Made sebelum meninggal ingin diupacarai dengan upacara Hindu-Bali ketika meninggal. Akan tetapi pesan itu disimpan oleh Alm. Ibu mereka selama ini.

Karena Pak Made sudah dikubur sesuai keyakinan agama lain sehingga kuburannya tidak diijikan untuk di bongkar oleh petugas pemakaman. Pengabenan Made tetap dilangsungkan. Ia dibuatkan pengadeg-adeg (semacam simbol dari Made)  dari kayu cendana. Kisah nyata ini bisa dirangkum dari akun facebook Hindu Bali

Kisah Menarik lainnya dari akun facebook Tebo JaY-z, yang bercerita :

Tiang punya paman dr ibu, dlu hindu, krna tnggl djawa skrng paman masuk agama lain. Memang stlh masuk agama lain kehidupan paman agak semrawut. Krna ad yg aneh, kluarga dtang untuk mluasin ato brtnya kpd orang pintar(balian) trnyta penyebab nya, paman belum mepamit kpd leluhur, d mrajan, dan harus ad upacara ny bgtu ptunjuk orang pintar trsebut.
Setelah melakukan smwa ritual, trmasuk mpamit dmrajan dan minta restu untuk pindah agama , skrng khdpan paman normal dan bahagia.
Mungkin, intiny sblm pergi atau pindah agama qt harus minta restu kpd leluhur ato harus ad upacara ny. Krna Tuhan itu satu cm ajaran ny saja yg berbeda.
Menurut opini saya, kirang langkung nunas ampura

Pada kesimpulannya menurut Inputbali, Agama adalah sebuah keyakinan yang munculny dari dalam Hati Nurani. Jika ingin pindah agama, pindahlah karena kalian  yakin dengan keyakinan yang ingin kalian peluk itu bisa lebih mendekatkan diri dengan Tuhan dan pindahlah karena kecintaan kalian pada Tuhan bukan semata-mata karena cinta pada ciptaannya (nafsu).

Semoga artikel ini dapat bermafaat. Jika terdapat penjelasan yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma..

 

 

comments

Comments (2)

  • Dada Gopal

    Bayangkan pula dijaman skrng, orang bali sdh banyak ke eropa, amrik dsb, misalnya dia meninggal di eropa atau amrik, apakah atmanya harus pulang ke Bali? Bgmn ini bs diyakinkan? Bgmn dgn orang drluar kepercayaan yg mati di Bali?apakah mereka tak punya t4 di Bali? Apakah ada imigrasi atman? Sangat lucu. Atman orang yg meninggal yg pasti tdk bisa diikat/terikat oleh hukum/kepercayaan manusia. Mereka mengikuti hukum alam semesta. Itulah bahasa weda. Dlm bhs weda tdk ada kita temukan sekat2 atma seperti itu, kl kita memahami bahasa dan makna weda dgn baik.

    Jadi, apamyg diyakini orang Hindu di Bali, sebatas “KEPERCAYAAN” nyatanya kita di Bali tdk bisa bergantu g semata pd kepercayaan tsb, ketika sakit, kita tetap ke dokter, opname, minum obat dsb. Kl memang leluhur bisa menyembuhkan, tanpa obatpun mestinya bs sehat. Tp seseorang bs sehat dgn operasi, dan penanganan medis walau tanpa “pertolongan leluhur” disinilah buktinya peran kepercayaan itu bersifat suggesti, dan suggesti berperan juga dalam penyembuhan penyakit.

    Bicara statistik spt disajikan dlm artikel, marilah kita berpikir statistik, bila 100 orang sakit, 1-5 sembuh dgn melibatkan leluhur, dan juga berobat ke dokter, operasi dll., 95-99 tidak, apakah bisa kita jadikan bukti itu krn peran leluhur? Sama pula dr100 yg pindah dr agama1-5 menunjukkan kisah menderitz spt itu dan 95-99 lainnya hidup normal, apakah bisa dikatakan krn pindah agama dia menderita?

    Jalan wedamenuntuk kita pada jalan prajina, wiweka, yg artinya logis, masuk akal, rasional, bijaksana. Tidak ada orang bijaksana karena ide2 yg tidak logis dan masuk akal

    Reply
  • Dita

    Maaf ni saya kurng setuju dengan poin diatas, sloka diatas cuma untuk orng yg mningglksan weda, apakah pindah agama sama dengan meninggalkan ajarsan weda?gimna klo ajaran weda ,sendiri terangkum ato tersirat dlm kitab suci agama lain, sayaa jg mo tnya, apakah khirsna, rama beragama hindu? Klo menurut say mningglkn weda atiny mngingalkan kebenaran, rasa cinta kasih, dan mnjunjung nafsu dan ego, bukan mksudny pindah agama, tolong jangn disalah artikam

    Reply

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top