Pengertian Lahir Melik Dalam Hindu Reviewed by Inputbali on . Inputbali,- Melik adalah suatu anugrah pada saat kelahiran anak yang teramat besar dari Ida Sang Hyang Widhi. Dalam Lontar Purwa Gama disebutkan bahwa Anak yang Inputbali,- Melik adalah suatu anugrah pada saat kelahiran anak yang teramat besar dari Ida Sang Hyang Widhi. Dalam Lontar Purwa Gama disebutkan bahwa Anak yang Rating: 0
You Are Here: Home » Budaya Bali » Pengertian Lahir Melik Dalam Hindu

Pengertian Lahir Melik Dalam Hindu





melik

Inputbali,- Melik adalah suatu anugrah pada saat kelahiran anak yang teramat besar dari Ida Sang Hyang Widhi. Dalam Lontar Purwa Gama disebutkan bahwa Anak yang memiliki melik mempunyai rerajahan sejak lahir yang dapat menimbulkan kematian, sehingga diperlukan upacara pebayuhan otonan melik pada si anak untuk menetralisir kekuatan tersebut dan selalu ingat dalam melaksanakan suci laksana untuk mempertahankan dan meningkatkan kesucian diri.

Rerajahan yang terdapat pada orang melik biasanya terdapat di telapak tangan, dijidat atau di bagian tubuh tertentu selain itu juga bisa terdapat tanda senjata terkadang terdapat salah satu dari sembilan senjata pengider bhuwana tergantung tugas yang diemban sang anak lahir ke dunia, dengan rerajahan senjata para dewa seperti:

  • Bajra
  • Gada
  • Nagapasa
  • Cakra
  • Dupa
  • Angkus
  • Trisula
  • Moksala,
  • Api dan Angin

Tentu jika ingin melihat tanda-tanda berupa sejata diatas pada orang melik tidak dapat dilihat dengan kasat mata/ mata orang biasa. Melik atau tidaknya seseorang biasanya diketahui setelah matetuun atau mepinunas pada sulinggih atau balian. Orang yang melik mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang biasa pada umumnya.
Ia disenangi semua golongan roh halus, baik itu roh yang bersifat negatif (butha) juga para dewa-dewi. 

Ciri-ciri Anak Melik

Kelahiran “melik” terlihat dari tanda-tanda di tubuhnya, antara lain :
1. Ketika lahir, badannya dililit tali plasenta beberapa kali putaran. Kelahiran seperti ini sangat jarang terjadi, dan kalau ada, kebanyakan mati beberapa saat sebelum keluar dari rahim ibunya.
2. Ketika tumbuh berumur +/- 2 tahun, rambut di kepalanya kusut (sempuut). Walau digundul, tumbuhnya sempuut lagi.
3. Kepalanya mempunyai pusaran (usehan) 3 atau lebih
4. Lidahnya poleng (ada warna hitam/coklat)
5. Ada tahi lalat besar (maaf) di kemaluannya

Semakin cepat seseorang mengetahui dirinya memelik maka semakin bagus sehingga akan segera dibuatkan upacara penebusan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan buruk dari memelik.

Jika tidak mendapat banten penebusan maka biasanya orang yang memelik sesuai dengan kelahirannya ada yang diambil pada saat baru bisa berjalan, ketika baru menikah dalam upacara pawiwahan, dan ada juga pada saat baru mempunyai anak. Dengan pebayuhan melik akan dinetralisir kekurangan yang ada dalam dirinya (menghilangkan apes pengaruh melik). Supaya semua kekuatan bersinergi, agar dapat keseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit.

Sesungguhnya orang Melik itu adalah berkah bagi keluarganya karena dia ibarat lokomitif atau pesawat terbang yang akan mengantarkan keluarganya ke alam kebahagiaan sekala-niskala. Maka tolong bantu dan bimbing orang-orang Melik itu karena dia akan berguna tidak hanya bagi keluarga yang memiliki tetapi juga bagi masyarakat luar, bahkan bangsa.

Dalam sejarah Bali, ada contoh kelahiran melik yang sangat heboh, yakni kelahiran bayi tahun 1599 M, hasil perkawinan (tidak resmi) Dalem Seganing dengan Si Luh Pasek Panji. Ketika lahir, tubuh bayi itu seluruhnya berwarna merah darah, dan di malam hari dari ubun-ubunnya keluar sinar terang berwarna biru. Oleh karena itu bayi itu dinamakan Ki Barak Panji. Ternyata setelah besar beliau sangat sakti sehingga berhasil menjadi Raja Buleleng I dengan gelar I Gusti Anglurah Panji Sakti.

Bahkan ada pula yang mengatakan entah benar atau tidaknya kami sendiri belum berani memberi kepastian, dikutip dari blog I Gede Junidwaja menyebutkan “Jangan lupa Presiden RI Pertama Soekarno pun orang memelik, saya tahu dan pernah bertemu dengan saksi yang masih hidup dan memang mampu mengenali orang memelik.”

Merawat Anak Melik

Anak melik biasanya “kerinyi” (bahasa Indonesia : sensitif, mudah tersinggung, mudah marah, dll). Jadi ia perlu diperlakukan beda, misalnya kamar tidurnya harus selalu bersih dan suci, ada pelangkiran diatas hulu tidurnya. Ia perlu sering-sering melukat ke Gerya, makanannya di jaga agar selalu memakan makanan yang satwika (lihat tt hal ini di website ini). Banyak bergaul dengan orang-orang suci, karena dia merasa dekat dengannya. Kalau makin dewasa, berikan pelajaran agama yang intensif, panggilkan guru agama kerumah untuk les, dan berikan pelajaran spiritual secara bertahap. Nanti ia akan berumur panjang dan menjadi orang suci, karena atman (roh) nya sudah dalam kondisi siap menerima lanjutan kemampuan supranatural.

Bagaimana caranya agar orang Memelik tidak pendek umur?
Syarat pertama adalah jaga makanannya, jangan sampai makan makanan kotor sekala niskala.
Makanan jenis: darah, tulang dan jeroan hindari; Kalau bisa pantang daging hewan berkali empat. Minumuan jenis: beralkohol, arak, tuak, berem jauhi. Idealnya adalah makan makanan organik dan vegetarian.

Lalu yang terpenting berikutnya adalah jangan melakukan hubungan sex di luar pernikahan.

Jangan menginap dan tidur di sembarang tempat. Kalau terpaksa maka sebelum tidur harus dilakukan pemberisihan dan pengamanan terlebih dahulu. Sebenarnya jika sudah punya Guru maka Guru itu pasti mengajarkan tata cara ini.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan yang kurang lengkap dan kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma…

(sumber:sitidharma.org,sejarahharirayahindu.blogspot.com,junidwaja.blogspot.com)

 




comments

@inputbali_id

Comments (44)

  • Dian

    Anak saya meninggal di umur 8,5 bulan kandungan. Setelah mepinunas dikatakan anak saya melik. Ada yang memberi saran agar saya memakan bunga jepun kelopak 4 dan 6 agar kelak saya tidak diberikan sentane yang di anugrahi melik lagi. Sebagai seorang ibu cara apa saja saya akan tempuh sepanjang itu wajar. Makanya sampe sekarang pun walau sudah lewat 3 thn yg lalu saya kehilangan buah hati saya jika saya melihat bunga jepun kelopak 4 ato 6 selalu saya makan setelah saya beri doa dengan bahasa saya sendiri, dengan sugesti Ida Sang Hyang Widi mengetahui apa yang ingin saya sampaikan 🙂 dan walau sampai sekarang saya blm diberiikan sentana lagi, tidak pernah bosan saya selalu memohon :agar di berikan sentane yang sempurna, sehat, selamat dan panjang umur.. om Svaha

  • ayurisma

    OSA.. Sy amat sangat percis dengan ciri-ciri diatas. Dan anak sy jg spertiny melik. Dan hari lahir saya dan anakpun sm. apakah melih itu suatu keturunan?

    • adiwijaya

      Om swastiastu,
      Keturunan atau tidak sebenarnya masih 50:50 nike. ada yang pengamalan seperti itu ada juga yang tidak. jadi itu bisa dikatakan belum pasti

  • Gede bayu

    om swastyastu admin
    Singkat saja, untuk banten penebusan melik yg pas apa ya itu? Krn terus terang saya bingung dr dulu. Matur suksma

    • adiwijaya

      Om swastiastu
      Jika dikutip dari arahan Bhawagan Dwija, Upacaranya disebut “metubah” atau “mebebangan” yakni upakara lelabaan bagi sang “Nyama Bajang” yang dahulu (ketika bayi dalam kandungan) memelihara dan melindungi si anak.

  • gede dodik prabawa

    om swastyastu.
    saya mau tanya pak, banten apa saja yg dipakai untuk menebus kemelikan tersebut. sampai sekarang saya msh bingung apakan kemelikan saya sudah hilang apa msh. soalnya saya sering sakit. saya belerja di luar saat ini, nah sebelumnya saya tidur di ranjang bawah dan teman saya di ranjang atas. nah dari saat pertama saya tidur saya tidak pernah yg namanya tidur nyenyak dan akhirnya sakit keras. dan pada akhirnya saya pindah tidur diatas dan akhirnya saya sembuh. sudah dari lama saya tidak makan daging hewan berkaki 4 karena setiap saya mencium bau daging tersebut saya selalu mual. dan ditubuh saya ada suatu tanda yg menurut org itu aneh. sejak kecil tumbuh taring di langit-langit. dan itu sangat mengganggu karena lidah saya tertusuk. kata org tua saya kalau saya sudah ditebus tapi saya merasa msh sering mengalami kesialan. suksma

    • adiwijaya

      Jika sudah ditebus tidak apa-apa,
      Sebaiknya posisi tidur memang harus selalu diatas.
      Harus sering rajin-rajin sembahyang nike, dan jika sudah ke Bali usahan melukat.
      Agar tubuh di sucikan kembali lahir dan batin.

    • sangtu

      Tiang juga pateh.. dulunya orang tua saya sampai menebus di pura prajapati… Tiang heran di setiap tiang ketemu sareng balian.. tiang selalu di jauhi.. suatu ketika tiang bernasib sial.. tiang nyiakin sane soleh” niki bojog ikut lantang.. pada waktu nike tiang nguber nike bojog nike.. tp ten bakat tiang.. nyampe rumah tiang wawu sadar.. ngude tiang bani keto… bin manine tiang gelem…

  • gusti ayu dinda yunita

    Pak saya mau tanya, setiap saya ke rumah orang meninggal, makan jeroan, yang kotor kotor pasti saya sakit, saya lahir di pemacekan agung, saya sering kali melukat, setiap potong rambut walaupun sedikit saya pasti sakit, setelah melukat saya sembuh, lidah saya juga poleng, apakah saya melik? Kalau iya, banten apa yang di gunakan untuk penebusannya?

    • adiwijaya

      Jika dari ciri ciri yang dijelaskan, itu kemungkinan iya. Coba mepinunas ke sulinggih atau ke Balian. Cari yang benar-benar anda yakini dan percaya. Setelah di terawang biasanya nanti akan diberikan pentunjuk harus melukat dimana dan banten apa saja yg diperlukan.
      Setlah itu, melik tersebut akan tetap ada dalam diri, karena itu adalah anugerah yang sudah diberikan kepada kita sejak masih dalam rahim ibu. tapi tidak perlu khwatir. Asal rajin sembahyang nicaya akan selalu dalam lindungan-Nya. diusahakan jangan makan daging binatang berkaki empat. Dan usahakan melukat setiap purnama. Di rumah saja cukup dengan bungkak nyuh gading

  • gusti ayu dinda yunita

    Pak, apakah kepingit sama dengan melik? Tolong di jelaskan

  • sumarni

    apakah orang melik boleh memakan produk turunan dari hewan berkaki empat seperti susu, keju, & mentega?
    apakah cukup dengan tidak memakan dagingnya saja?
    mohon tuntunannya!
    suksma

  • Arie

    Dulu adik saya melik. Skrg sudah di tebus dan sudah tdk melik. Tapi adik saya jd nyunsung n pnya indera ke 6. Apakah anak melik klo sudah ditebus akan seperti itu?

    • adiwijaya

      Seperti yang sudah dijelaskan diatas. Anak yg lahir Melik adalah anugerah yang dibelikan oleh Tuhan. Karena nantinya mereka yang Melik jika diarahkan dengan benar, Akan menjadi orang berguna bagi orang banyak kelak terutama keluarga. Setiap anak melik sudah punya tujuan kenapa dilahirkan. Dan sepertinya itulah salah satu tujuan adik anda yg sudah disuratkan Tuhan 🙂

  • anonymous

    Dulu sewaktu kecil saya sering nangis karena melihat roh yg lewat didepan rumah, saat kelas 3 saya pernah di bawa ke pemangku untuk meditasi bersama keluarga semenjak itu saya tidak bisa melihat lagi, sewaktu kelas 6 saudara laki-laki dari ibu saya jadi pemangku, setelah smp saya kembali dapat melihat roh lagi, lalu setiap saya melewati pura2 yg baru saya lewati biasanya langsung pusing, tetapi setelah menjauhi pura tersebut pusing saya hilang, sewaktu disekolah saya memang sering tidak sembahyang, waktu masuk ke areal padmasana, saya melihat kearah padmasana yg tinggi dan tiba2 saya merasa ada yg menyentuh kening saya dan rasa itu sampai ke perut, lalu saya mual, ingin muntah tetapi saya langsung keluar dari areal padmasana, apakah saya melik? Saya tidak tau apakah memiliki tanda senjata itu, lidah saya juga tidak poleng, tetapi saya merasa tenang saat dekat dengan orang2 suci

    • adiwijaya

      Jika belum pernah mepinunas, coba mepinunas ke sulinggih. agar mendapatkan petunjuk.
      Yang ada rasakan adalah sebuah anugerah karena ketajam rasa dan kepekaan mata batin dalam diri sudah bangkit dengan sendirinya. Rajin-rajinlah sembahyang nicaya pasti Sang Hyang Widhi akan memberikan pentunjuknya 🙂

  • made sugiantara

    Om swastyastu saya mau tanya. tiang sering kerauhan pada saat sembahyang.apa yg menyebabkan tiang seperti itu dan apakah ada hubungannya dengan orang melik.suksma

    • adiwijaya

      sering atau mudah kerahauan tidak menandakan bahwa itu melik. itu bisa saja karena lain hal, seperti sugesti, jiwa lemah atapun nanti mungkin harus nyungsung. sebenarnya banyak faktornya. Saran kami ketika sembahyang merasa ada yang ingin merasuki. Jangan diingikuti, katakan tidak dalam hati anda. Jika itu yang ingin rauh adalah Bhatara maka kita tidak akan bisa menolaknya. semoga dapat menemukan pecerahan 🙂

  • mitri

    Om suastiastu
    Tyang mau tanya apakah orang melik itu sama dengan manusia indigo??
    yg katanya dia bisa membaca kehidupan masa lampau dan masa yg akan datang??
    mohon pencerahannya suksema

    • adiwijaya

      Om swastiastu,
      Iya sama, akan tetapi tidak semua anak melik mempunyai bakat seperti itu 🙂

  • yani

    Swastyastu pak, sya prnh brpa x dblg melik oleh pmngku & sya jga sudh mebayuh ,sudah byar dgn banten. Tpi knpa sya slalu sring skit kpala klau sdah mndekati rahinan pak, ap melik sya msih? Dan juga dlu sya bza mlihat roh hlus tpi skrng sdah tdak . Hnya biza mrsakan sja, ap itu sdah hlang krna sdah di bayuh pak? Suksma

    • adiwijaya

      Melik merupakan sebuah Anugerah dari Sang Hyang Widhi, akan tetapi ada kesialan yg selalu mengiri anak melik. itulah kenapa Anak melik harus oton mebayuh. Agar kesialan itu hilang. Melik itu tetap ada, sampai kita mati nanti. Tidak perlu khwatir akan hal itu. 🙂
      Saran saya setiap bulan Purnama bisa melukat dengan Bungkak Nyuh Gading di Rumah. Dan usahkan jangan pernah makan daging Sapi.
      Dan yang tidak kalah penting, rajin rajin lah sembahyang.
      Semoga dapat membantu. 🙂

  • wahyou_tirta

    Osa.
    Sayaa adalah ank yg dianugrahi melik, sejak kecil saya sakit” an, dari pengalaman saya, sewaktu umur 4 tahun telinga saya di tindik agar sedikit cacat dan itu memperpanjang umur ank melik dalam artian di sineb sampai saya remaja baru akan dtebus akan tetapi di umur saya 21 orang tua saya lupaa dan disetiap saya menanyakan apakah saya melik bu, ibu saya selalu bilang (gak ad itu hanya omongan orang”) hingga akhirnya saya sempat jatuh naik motor 2x dan di ketiga kalinya kecelakann yg alami parah dan saksi mata mengatakan saya sempat mati suri(minggal sejam) di tkp mungkin ida betara memberikan saya kesempatan lagi untuk di bumi ini dan akhirnya saya bangun lagi dengan luka yg cukup parah, setelah di peluasin saya harus nebus melik saya karenaa sudah tanggang waktu, dan penebusan dilakukan di hari raya tilem di pura desa adat kapal, saran saya bagi orang tua dan saudara” bali yg punya sanak saudara atau mengalami melik tebus secepatnya. Karena setelah dtebus dengan sendirinya yg mengalami melik akan mendalami agama dan jalannya akan terbuka, sekiann pengalaman saya 🙂

  • gus aan

    Anak sy dikatakan melik pak. Shg sempat dibayuh dan k pasih. Semoga nanti memiliki umur yg pamjang, krn tyang ten uning napi ternyata sy sendiri jg melik. Smg sll dlm lindungannya.

  • putu dharma

    om swastiastu pak,
    saya mau tanya, apakah takdir seseorang dilahirkan melik itu dipengaruhi faktor kehidupan di masa lalu?
    perlu diketahui tentang saya, sebagaimana cerita keluarga saya, termasuk cerita ketika mepluasin saya:
    1. pada kehidupan masa lalu, saya hidup sebagai “orang suci.”
    2. kebetulan saya terlahir pada rahinan sugihan bali.
    3. keluarga saya pernah cerita, ketika saya baru lahir, ari-ari saya diincar (maaf) sama orang-orang yang bisa nge-leak. bahkan hal ini terus berlanjut ketika saya tumbuh hingga saya berumur setahun (maka dari itu setiap malam saya selalu menangis).
    4. keluarga juga pernah cerita, ketika umur saya sekitar setahun, saya pernah mengalami “angkihan angseg-angseg” (mungkin kurang lebih nafas yang sesak) dan secara medis pun sudah “angkat tangan”. namun ketika dipluasin, keluarga diminta untuk “nebusin” saya di hadapan Ida Sane malinggih di Pura Prajapati dan setelah itu, “angkihan angseg-angseg” saya hilang.

    apakah fakta-fakta saya tersebut berkaitan dengan takdir saya yang melik?
    pernah saya ingin ikut ibu saya untuk pergi melayat, tetapi ibu saya bersikeras agar saya tidak ikut. apakah orang melik memang semestinya menghindari tempat-tempat yang dalam kondisi cuntaka?

    matur suksma pak.

    • adiwijaya

      Faktor dari kehidupan masa lalu kemungkinan bisa jadi.
      Karena mereka yang lahir melik sebenarnya atman nya sudah suci. Akan tetapi mereka dilahirkan karena menurut pendapat saya Tuhan mempunyai tugas tersendiri kepada setiap anak melik.
      Dan jika anak melik di didik dengan baik dan selalu dalam jalan Tuhan, Maka suatu saat nanti mereka akan bermanfaat bagi keluarga atauapun orang banyak.
      Sejatinya memang orang melik itu tidak boleh melakukan sesuatu yang bersifat cuntaka, karena seperti yang saya akan tadi atman mereka sudah suci.
      Setiap purnama rajinlah untuk melukat dengan Bungkak Nyuh Gading di rumah, itu bisa membuat badan dan jiwa kita kembali bersih. 🙂

  • putu agus

    Om swastyastu semeton , mohon penjelasannya , apakah kalau ada adengan besar (tahi lalat besar seperti tompel ) di kemaluan (maaf ) /penis memang benar melik ? Suksma

    • adiwijaya

      Belum tentu, tapi jika mempunyai ciri2 yang disebutkan diatas,akan lebih baiknya langsung mepinunas ke sulinggih supaya bisa diketahui melik atau tidaknya.

  • sayu

    anak saya dulu waktu umur 1thn.tanpa sengaja di bilang melik sama seorang balian .dia katanya melihat cakra di dahinya .semrnjak itu saya was was. dan waktu lahir anak saya terlilit ari2 dua kali. apa yg mesti saya lakukan .saat ini dia melum ketusan .kapan saya mesti membayuhnya ?

    • adiwijaya

      Jika pendapat kami, mebayuh bisa pada saat otonan selanjutnya, tapi ibu juga kami sarankan berkonsultasi langsung dengan sulinggihnya nanti untuk dapat menentukan hari baiknya nike.

  • prana nayaka

    Sy bs membantu memberikan pembimbingan buat org2 yg melik.
    Silakan hub sy. 081.339.418.343

  • gung alit

    OSA..
    Apakah orang melik boleh memakan daging babi ?

    • adiwijaya

      Om Swastiastu,
      Di Dalam weda sebenarnya dijelaskan bahwa hendaknya tidak memakan daging binatang berkaki 4. bahkan dianjurkan vegetarian.
      Akan tetapi tentu itu tidaklah mudah, tapi paling tidak jangan memakan daging sapi. Didalam Weda dijelaskan sapi adalah binatang yg diagungkan atau dianggap suci.

  • dhini

    Om Suastyasu 🙂
    Sy punya 2 anak, anak pertama perempuan yg sy beri nama Putu Dhina Ringgita Pratiwi, lahir pada Redite Wayang, wktu lahir lehernya kelilit tali pusar 1x, dan wktu di peluasin dsna kliatan bhwa anak sy melik, dan tdak boleh mkan daging sapi, smpe sy pun yg mnyusui dy tdak ikut memakan dging sapi, smpe susunya jg dy tdak mnum krna stiap sy kasi susu yg dari sapi jga psti di bauin dan lngsung blg tdak mau, dan mudah mrh juga, aplgi dri segi pakaian dy tdak blh sm yg namanya baju bekas, smpai ember mandinya pun sy hrus yg baru, aplgi diajak krmh org mninggal psti lngsung skit sudah pengalaman sprti itu pdhl umurnya skrg bru 2,5th persis sprti ciri2 diatas, kira2 penebusnya apa ya?

    • adiwijaya

      Kalau untuk penebusannya Ibu bisa langsung menanyakan penebusannya pada sulinggih yang ibu percayai dan yakini.
      Karena biasanya menurut pengalaman tyang sulinggih menerawang dulu untuk bantennya apa, harus melukat dimana dllnya 🙂

  • Arix

    Om swastyastu,sy mw nanya sy seorang wanita blm menikah usia 26thn.. Dlu sy smpt mrasakan hal* aneh stypbr tidur berbicara dngn orng yg tdk sy kenal,sakit dn tdk ingn kluar rumah,selalu menangis tnpa sebab, lalu ibu sy ke sulinggih dibilang sy disukai mahluk halus, dibilang pacaran dngn mhluk halus , bhkan saat umur 25thn sy bisa diajaknya, stelah umur mndekati bbrp bulan menuju 25thn,tiba* saat mnjelang ngerupuk sy jatuh dr mtor seperti ada yg menarik dr smping,beruntung sy bs selamat meskipun kepala sy sudah terpental diatas batu besar, lau ke sulinggih lagi dsanalah sy dsuruh melepas roh itu di styp perempatan jalan sebnyak 3x. Sy jg punya tai lalat besar di dagu,yg jrng dimiliki orang.. Bnyk yg bilang seperti tato, maaf dikemaluan jg ad tp hanya 1.. Apakh sy termasuk orng melik atau tdk.. Karna sy takutt styp mndengar kata melik

    • adiwijaya

      Umumnya orang melik memang disukai mahluk halus, untuk memastikan hendaknya langsung mepinunas kesulinggih supaya di cek, Beliau pasti tahu hasilnya. Ciri-ciri hanyalah sebagai patokan saja. utk memastikan akan lebih baik kesulinggih. Saran kami juga ketika hendak bepergian selalu awali dengan berdoa kepada Ida Bhatara Hyang Guru di sanggah. Agar selalu dilindungi dalam perjalanan 🙂

  • Dewi

    Om suastiastu, tiang mau nanya.
    Kakak tiang dia memelik dan sudah di tebus, tetapi dia sering mengkonsumsi makanan n mnuman yg tdk seharusnya di konsumsi, dia sudah pernah melakukan sex di luar nikah, dan dia juga punya temen wong samar,
    Apakah dia masih memelik atau tidak? Kalau masih apakah bisa menjadi suci kembali dengan cara melukat???
    Suksma

  • Sartika dewi

    Om swastiastu..
    Pak, sya mau tanya, saya bisa ngeliat makhluk halus dan bisa tau dmna keberadaan mereka tpi tidak selalu.. Karena sya sudah jarang sembahyang di rumah..
    Waktu smp sya pernah di ajak melukat ke pancoran sudamala di bangli brsama keluarga tman saya dan slah satu sulinggih.. Ketika saya sudah slesai melukat dan ingin sembahyang bersama, gak tau kenapa seperti ada yang menarik perhatian saya untuk melihat ke atas, tidak tau bagaimana asal-usulnya sya melihat salah satu BIDADARI DENGAN PAKAIAN SERBA PUTIH DAN SELENDANG PUTIH.. akhirnya sya cerita sama sulinggih yang sya ajak ketika sudah pulang dari pancoran trsebut, beliau berkata bahwa saya ngiring di pura ulun danu kurang lbih begitu..
    Saya belum percaya karena gak pernah ada sesuatu yang terjadi..
    Suatu saat juga ada ibu dari teman saya mengatakan bahwa saya melik, sya ragu dan saya smbahyang di hayang guru dirumah dan memohon petunjuk apa yang dimaksudkan dari kata-kata tman ibu sya tersebut, sekitar setengah jam nya lagi sya hendak tidur, dan dalam keadaan masih setengah sadar, ada ORANG DENGAN BADAN TINGGI BESAR SERBA HITAM mencari saya dan brdiri dkat tmpat tidur saya.. Sya merasa dagdigdug tpi seketika sya merasa tenang dan tertidur dngan sangat lelap.. Sya tidak tau apa artinya itu… Sya juga pernah naik motor sendirian hendak mau berangkat les nari, tpi di jalan sya mendengar bisikan seorang wanita yang memberi tau sya jika tidak ada latihan pada saat itu, sya tidak menghiraukannya.. Dan trnyata apa yang di bisikan wanita tadi benar.. Namun saya tidak tau dari mana asal-usul suara trsebut..
    Saya juga bisa membaca sifat orang walaupun saya belum pernah bertemu sebelumnya, dan setiap orang bercerita pada saya, saya merasakan jika saya tau persis bagaimana kejadian dan tempatnya walaupun saya belum pernah mendatangi tempat tersebut..
    Saya juga pernah nangkil ke pura batu karu, ketika saya bermeditasi disana sekitar beberapa menit, saya bisa melihat cahaya di tengah pelinggih yang tdinya sya sembahyang di sana, disamping itu sya juga melihat kakek-kakek memakai tungked berbaju serba putih, sya juga melihat seperti naga terbang tetapi berbadan seperti singa, ketika sya membuka mata, itu ternyata sebuah batu..
    Ada juga pelinggih dengan pintunya yang tertutup saya bisa mengetahui apa yang terdapat di dalamnya walaupun saya hanya bermeditasi sebentar..
    Saya tidak mengerti dbgan diri saya, jika saya melik, sya gak punya tanda-tanda orang melik..
    Jika sya ngiring sya belum pernah kerauhan bethara..
    Tolong bantuannya pak sebenarnya apa yang saya alami biar bisa ditangani secepatnya dan apa uang harus saya lakukan..
    Dan tolong penerahannya..
    Terimakasih..
    Om santi, santi, santi om

    • adiwijaya

      Om Swastiastu,
      Yang pertama tentu anda memiliki bakat lebih dari yang lain yaitu Ketajaman rasa,kepekaan dan ketajaman mata batin sudah aktif dengan sendirinya.
      Rajin-rajinlah sembahyang untuk nunas tuntunan, kami yakin Sang Hyang Widhi pasti akan memberikan pentunjuk-Nya.
      Yang berbadan besar itu kemungkinan adalah penunggun karang dirumah yang bertugas menjaga anda.
      jika dikatakan ngiring tapi jadi ragu karena belum pernah kerauhan. Mungkin saja memang untuk saat ini belum.
      mungkin nanti ketika waktunya sudah tepat untuk anda ngiring.
      Kalau ada teman ibu anda bilang melik. Orang melik nantinya bisa saja punya tugas untuk ngiring.
      Karena ada sprti ini : orang melik bisa jadi ngiring. orang ngiring belum tentu melik.
      Saran kami Untuk memastikan mepinunas kesulinggih yang lain apakah jawabannya sama atau tidak.
      Semoga dapat membantu. Jangan segan2 untuk sharing kembali kepada kami 🙂

      Om Shanti Shanti Shanti Om

  • made

    kira” bebrp thn ug lalu.saya dibilan melik sm paranormal.dan tandanya di rambut saya ad yg bercabang 5 di telapak tangan kiri saya ad lambang dedari angon.saya sih percaya g percaya soalny saya g tau ap itu bnr n tidak.trus ortu saya melakukan upacara pembayuhan.saya cm takut umur pendek soalnya sekarang saya punya ank umur 2 thun saya punyakewajiban untuk merawatnya.saya cm ingin umur panjang untk keluarga saya.lo blh minta saran pantangn ap sj yg tidak blh di langgar oleh orang melik.? saya tunggu jawabannya matur sukseme

    • adiwijaya

      Pantangannya sudah kami jelaskan pada artikel diatas.
      Dan saran kami pada purnama sebaiknya disempatkan melukat paling tidak bisa dengan bungkak nyuh gading di rmh dengan diisi bunga 5 rupa (jenis berbeda).
      Karena orang melik secara niskala badannya harus sll bersih.

Scroll to top