You Are Here: Home » Budaya Bali (Page 6)

Inputbali memberikan informasi seputar budaya bali

8 Macam Bentuk Karma dan Memahami Makna Karma Yang Sesungguhnya

Inputbali,-  Di dalam ajaran agama Hindu, memaparkan adanya dua hukum yang berlaku dalam alam semesta ini yaitu hukum Rta (hukum yang mengatur dinamika alam semesta, benda dan materi) dan hukum Karma (hukum yang mengatur dinamika kehidupan para mahluk). Pengertian Karma Kata Karma berasal dari kata sansekerta yang berarti perbuatan, kerja atau gerak. Karma ( Perbuatan ) meninggalkan Karma Vasana (jejak - je ...

Read more

Pengertian dan Makna Melukat Serta Jenis Upacaranya

Inputbali,-  Melukat merupakan bagian dari pelaksaan upacara Manusa Yadnya, yang memiliki tujuan untuk membersihkan dan menyucikan pribadi secara lahir dan batin. Yang dibersihkan ialah hal negatif dan malapetaka yang diperoleh dari dosa-dosa baik berasal dari sisa perbuatan terdahulu atau Sancita Karmaphala maupun dari perbuatan hidup saat ini. Pengertian Melukat Melukat berasal dari kata "lukat" dalam Bah ...

Read more

Mitologi, Larangan Penggunaan Bunga Mitir dalam Persembahyangan

Inputbali,- Bunga merupakan salah satu sarana persembahyangan dan sarana upacara Yadnya dalam agama Hindu. Bunga merupakan lambang kesucian, sehingga diharapkan dalam penggunaannya menggunakan bunga yang masih segar, bersih dan harum. Dalam Agastyaparwa  telah dijelaskan jenis-jenis bunga berdasarkan kondisi dan tempatnya,  yang tidak baik digunakan untuk persembahyangan. yaitu sebagai berikut: Bunga yang b ...

Read more

Makna dan Penempatan Bija Dalam Persembahyangan,Hindu-Bali

Inputbali,- Dalam persembahyang selain nunas Tirtha kita juga nunas bija (mebija atau mewija). Bija atau wija di dalam bahasa Sansekerta  disebut gandaksata yang berasal dari kata ganda dan aksata yang artinya biji padi-padian yang utuh serta berbau wangi. Wija atau bija biasanya dibuat dari biji beras yang dicuci dengan air bersih atau air cendana. Kadangkala juga dicampur kunyit (Curcuma Domestica VAL) se ...

Read more

Makna Tirtha Dalam Tradisi Hindu-Bali

Inputbali,-   Didalam persembahyangan agama Hindu, salah satu sarana yang penting adalah air. Yang biasa digunakan untuk membersihkan tangan sebelum persembahyangan dimulai serta menjadi air suci yang  disebut dengan Tirtha. Kata "Tirtha" berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti kesucian atau setitik air, air suci, bersuci dengan air. Tirtha berfungsi untuk membersihkan diri dari kotoran maupun kec ...

Read more

Pengertian Dewa Dalam Hindu

Inputbali,-  Dalam Agama Hindu dipercaya terdapat 33 Dewa, hal tersebut dijelaskan dalam Reg. Weda. Yang mana ketiga puluh tiga Dewa tersebut merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya ke 33 dewa tersebut dibedakan menurut tempat dan tugasnya masing-masing seperti tertuang dalam Rg. Weda.I. 139.11 yang berbunyi: Wahai para dewa (33 dewa): 11 di sorga, 11 di bumi, 11 berada di ...

Read more

Tentang Dewa Hyang/Dewa Pitara Dalam Hindu-Bali

Inputbali,-  Agama Hindu khususnya di Bali mempunyai keyakinan tentang Dewa Hyang atau Dewa Pitara, Dewa Hyang atau Dewa Pitara adalah atman leluhur yang telah mencapai alam Swah Loka (Alam Dewa - Dewi dan Brahman) karena Sang Hyang Atma yang sudah mencapai tingkatan Dewa Pitara diyakini setara dengan Dewa. Untuk mencapai tahapan Dewa Pitara ada beberapa upacara yang mesti dilakukan seperti upacara ngaben d ...

Read more

Tentang Pelinggih Taksu dalam Hindu-Bali

Inputbali,-  Pelinggih Taksu merupakan salah satu pelinggih yang ada di Sanggah Pemerajan . Sanggah Pemerajan dapat diartikan sebagai tempat suci bagi suatu keluarga tertentu. Secara umum kebanyakan orang menyebutnya dengan lebih singkat seperti Sanggah atau Merajan. Pelinggih Taksu berbentuk Gedong, tetapi ada dua macam, yang pertama yaitu Gedong bertiang empat (saka pat) beruang dua (Rong dua). Dan yang k ...

Read more

Tentang Sanggah Kemulan Dalam Hindu-Bali

Inputbali,- Sanggah Kemulan adalah sebuah pelinggih dengan rong tiga sebagai wujud penyatuan Sanghyang Triatma dengan sumber dan asal-Nya.  Sanghyang Triatma adalah tiga aspek dari atma itu sendiri , yaitu : Atman, jiwa dari setiap makhluk hidup Siwatman, Tuhan sebagai sumber dari jiwa tersebut. Paratma / Paramatman, asal segala yang ada ini dan kepadaNya pula segala yang ada ini akan kembali yang dalam Pan ...

Read more

Makna Hari Raya Kuningan Dalam Hindu & Waktu Tepat Untuk Sembahyang

Inputbali,- Hari Raya Kuningan merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan dalam Hindu, yang jatuh pada 10 hari setelah Galungan, yaitu pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Kuningan. Kata Kuningan memiliki makna "kauningan" yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya. Dikutip dari Bhagawan Dwija mengatakan makna dari Kuningan adalah mengadakan jan ...

Read more

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top