Sejarah Pembangunan Pura Tanah Kilap, Bali Reviewed by Inputbali on . Inputbali,-  Pura Tanah Kilap berada di wilayah Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Di Pura Tanah Kilap merupakan  stan Inputbali,-  Pura Tanah Kilap berada di wilayah Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Di Pura Tanah Kilap merupakan  stan Rating: 0
You Are Here: Home » Sejarah Bali » Sejarah Pembangunan Pura Tanah Kilap, Bali

Sejarah Pembangunan Pura Tanah Kilap, Bali





Inputbali,-  Pura Tanah Kilap berada di wilayah Banjar Gelogor Carik Desa Pakraman Pemogan Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Di Pura Tanah Kilap merupakan  stana Ida Batara yang  lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Ratu Niyang Sakti.

Pura Tanah Kilap

Pura ini disebut Tanah Kilap, konon, lantaran di lokasi tersebut tanahnya dulu berwarna merah yang dikenal pula sebagai tanah legit atau ampo yang mengkilap. Lokasi pura ini sangat strategis di pinggir jalan. Di sebelah utara tembok penyengker-nya terdapat tempat pengayatan ‚Äď tempat umat Hindu yang kebetulan lewat umumnya berhenti sejenak untuk menghaturkan canang atau sesajen guna menghaturkan bakti memohon keselamatan dari Ida Batari Ratu Niang Sakti yang berstana di pura setempat.

Sejarah Pura Tanah Kilap

Awal dari pembangunan Pura Tanah Kilap yaitu ketika¬† Dinas PU Kabupaten Badung berencana membangun jembatan di sebelah barat lokasi pura untuk menghubungkan jalan-jalan yang ada. Dalam pengerjaannya, pembangunan jembatan tersebut selalu gagal. Ada saja hambatan yang dihadapi. Suatu ketika, ada fenomena gaib. Konon, Ida Batari Ratu Niang menunjukkan dirinya sebagai sosok wanita tua di hadapan Kabag Bendungan Dinas PU saat itu. Sosok wanita tua itu lalu memohon agar dirinya segera dibuatkan ‚Äėrumah‚Äô (¬†palinggih atau pura). Jika itu tak dilakukan, kapan pun jembatan tidak akan jadi.

Hal itu lalu dibawa dan diceritakan pada rapat pimpinan PU yang juga menghadiri unsur Parisada Hindu Bali, sehingga disepakati pembangunan palinggih di timur lokasi jembatan. Palinggih awal yang didirikan hanya berupa Padmasari dan Piyasan, berdiri di atas tanah yang awalnya 0,5 are, dan kini sudah dikembangkan hingga mencapai 17,8 are. Baru setelah palinggih itu berdiri, jembatan yang dibangun Dinas PU itu bisa dikerjakan dengan lancar tanpa hambatan.

Seiring dengan perjalanan waktu, Pura Geria Anyar Tanah Kilap mengalami renovasi tahun 1992. Awalnya hanya Padmasari kemudian dilengkapi sejumlah pelinggih lainnya. Di pura tersebut selain terdapat pelinggih gedong stana Ida Batara Ratu Niyang Sakti, juga pelinggih stana Danghyang Dwijendra atau Danghyang Nirarta atau Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh, pelinggih Ida Batara Gde Mecaling atau Ida Batara Ratu Gde Sakti Dalem Peed, pelinggih Ida Batara Segara, Melanting dan sebagainya.

Setelah direnovasi, Pura tersebut dilengkapi administrasinya.Sebagai pengemong pura adalah Banjar Gelogor Carik. Kedudukan Pura adalah Dang Kahyangan Geria Anyar Tanah Kilap, status tanah milik Pura Geria Anyar Tanah Kilap dengan luas keseluruhan 17,8 are. Dahulu, yang mapunia tanah Pura atas nama Wayan Cepog Suradnya, milik leluhurnya yang tercantum dalam pipil I Wayan Sarya.

Semoga dapat bermafaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan yang kurang lengkap atau kurang tepat. Mohon dikoreksi bersama. Suksma…

(sumber : Balipost)

Foto  : dianztphotography.wordpress.com

 




comments

@inputbali_id

Leave a Comment

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top