You Are Here: Home » Posts tagged "hindu" (Page 5)

Makna dan Penempatan Bija Dalam Persembahyangan,Hindu-Bali

Inputbali,- Dalam persembahyang selain nunas Tirtha kita juga nunas bija (mebija atau mewija). Bija atau wija di dalam bahasa Sansekerta  disebut gandaksata yang berasal dari kata ganda dan aksata yang artinya biji padi-padian yang utuh serta berbau wangi. Wija atau bija biasanya dibuat dari biji beras yang dicuci dengan air bersih atau air cendana. Kadangkala juga dicampur kunyit (Curcuma Domestica VAL) se ...

Read more

Pengertian Dewa Dalam Hindu

Inputbali,-  Dalam Agama Hindu dipercaya terdapat 33 Dewa, hal tersebut dijelaskan dalam Reg. Weda. Yang mana ketiga puluh tiga Dewa tersebut merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya ke 33 dewa tersebut dibedakan menurut tempat dan tugasnya masing-masing seperti tertuang dalam Rg. Weda.I. 139.11 yang berbunyi: Wahai para dewa (33 dewa): 11 di sorga, 11 di bumi, 11 berada di ...

Read more

Tentang Dewa Hyang/Dewa Pitara Dalam Hindu-Bali

Inputbali,-  Agama Hindu khususnya di Bali mempunyai keyakinan tentang Dewa Hyang atau Dewa Pitara, Dewa Hyang atau Dewa Pitara adalah atman leluhur yang telah mencapai alam Swah Loka (Alam Dewa - Dewi dan Brahman) karena Sang Hyang Atma yang sudah mencapai tingkatan Dewa Pitara diyakini setara dengan Dewa. Untuk mencapai tahapan Dewa Pitara ada beberapa upacara yang mesti dilakukan seperti upacara ngaben d ...

Read more

Tentang Pelinggih Taksu dalam Hindu-Bali

Inputbali,-  Pelinggih Taksu merupakan salah satu pelinggih yang ada di Sanggah Pemerajan . Sanggah Pemerajan dapat diartikan sebagai tempat suci bagi suatu keluarga tertentu. Secara umum kebanyakan orang menyebutnya dengan lebih singkat seperti Sanggah atau Merajan. Pelinggih Taksu berbentuk Gedong, tetapi ada dua macam, yang pertama yaitu Gedong bertiang empat (saka pat) beruang dua (Rong dua). Dan yang k ...

Read more

Tentang Sanggah Kemulan Dalam Hindu-Bali

Inputbali,- Sanggah Kemulan adalah sebuah pelinggih dengan rong tiga sebagai wujud penyatuan Sanghyang Triatma dengan sumber dan asal-Nya.  Sanghyang Triatma adalah tiga aspek dari atma itu sendiri , yaitu : Atman, jiwa dari setiap makhluk hidup Siwatman, Tuhan sebagai sumber dari jiwa tersebut. Paratma / Paramatman, asal segala yang ada ini dan kepadaNya pula segala yang ada ini akan kembali yang dalam Pan ...

Read more

Makna Hari Raya Kuningan Dalam Hindu & Waktu Tepat Untuk Sembahyang

Inputbali,- Hari Raya Kuningan merupakan bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan dalam Hindu, yang jatuh pada 10 hari setelah Galungan, yaitu pada Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Kuningan. Kata Kuningan memiliki makna "kauningan" yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya. Dikutip dari Bhagawan Dwija mengatakan makna dari Kuningan adalah mengadakan jan ...

Read more

Tentang Bhatara Sri Sedana Dalam Hindu-Bali

Inputbali,-¬† Dalam tradisi agama Hindu khususnya di Bali,¬†Bhatara Sri Sedana¬†dipuja sebagai ¬†Dewi Kesejahteraan ¬†yang memberikan¬†kemakmuran dan kekayaan kepada manusia. ¬†Piodalan untuk Bhatara Sri Sedana dirayakan setiap 210 hari sekali atau setiap 6 bulan. Dalam sistem Kalender Saka-Bali jatuh pada Buda Cemeng Klawu atau Buda Wage Klawu. Dilihat dari arti katanya yaitu ‚ÄúSri‚ÄĚ artinya beras, dan ‚ÄúSedana‚ÄĚ art ...

Read more

Filosofi dan Arti Dari Unsur-Unsur Penjor Galungan

Inputbali,- Kata Penjor tentu sudah terdengar tidak asing lagi. Biasanya penjor banyak dapat ditemui di Bali ketika hari raya Galungan & Kuningan serta odalan-odalan di Pura. Penjor adalah simbol dari naga basukih, dimana Basukih berarti kesejahteraan dan kemakmuran.  Selain itu penjor juga merupakan simbul Gunung yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan. Umat hindu khususnya di Bali biasanya ketik ...

Read more

Menapak Tilas Sejarah Hari Raya Galungan

Inputbali,-  Kata Galungan berasal dari bahasa Jawa kuno, yang berarti menang  atau beruntung. Galungan sama artinya dengan dungulan yang berarti menang. Di Jawa, wuku kesebelas disebut dengan wuku Galungan, sedangkan di Bali wuku kesebelas disebut dengan wuku Dungulan. Namanya berbeda namun artinya sama. Sejarah Galungan Hingga dewasa ini sebenarnya masih cukup sulit memastikan kapankah pertama kali meraya ...

Read more

Makna Penting Dari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Inputbali,- Dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dalam Agama Hindu khususnya di Bali, biasanya terdapat rententetan upacara. Dimulai dengan hari Tumpek Wariga dan selanjutnya menjelang seminggu sebelum Galungan, dikenal dengan sugihan. Mengenai Sugihan masih terdapat hal yang rancu dalam masyarakat, tidak sedikit yang berpendapat jika merayakan hari raya sugihan jawa artinya merupakan keturunan d ...

Read more

©2015 inputbali.com. Support by WijayaMedia | Privacy Policy | Disclaimer

Scroll to top