Bolehkah Poligami Dalam Agama Hindu ? Inilah Penjelasannya

Inputbali, Jika diambil kata poli yang berarti banyak dan dalam KBBI poligami yang artinya sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan.

Jika menurut pandangan agama Hindu, apakah Poligami diperbolehkan? Dalam ajaran agama Hindu, Monogami ( kondisi hanya memiliki satu pasangan pada pernikahan ) lebih dianjurkan tapi tidak mengharamkan atau melarang poligami.

Penjelasan detailnya dapat dijabarkan atau ditinjau dari segi Brahmacari yang terdiri dari 3 bagian, yaitu sebagai berikut :

  1. Sukla Brahmacari
    Sukla Brahmacari artinya tidak kawin seumur hidup. Biasanya dilakukan oleh mereka yang timbul niatan dalam dirinya untuk tidak melakukan perkawinan seumur hidupnya. Karena sudah berada pada tingkat Nitya-Siddha, yaitu seseorang yang telah mencapai kesempurnaan tetapi datang ke dunia ini hanya untuk memberikan bimbingan kepada umat manusia. 
    Berarti “pilihan Sukla Brahmacari ” tersebut bukan karena terpaksa atau alasan-alasan lain seperti gangguan organ seksual, sulit jodoh, patah hati (gagal move on).
  2. Sewala Brahmacari
    Sewala Brahmacari artinya perkawinan yang memiliki 1 pasangan seumur hidupnya. Walaupun istri atau suami sudah meninggal tidak ada niatan untuk melakukan perkawinan lagi. Tentang Sewala Brahmacari juga dijelaskan didalam naskah Silakrama, berikut terjemahannya
    Sewala Brahmacari namanya bagi orang yang hanya kawin satu kali, tidak kawin lagi. Bila mendapat halangan salah satu meninggal, maka ia tidak kawin lagi hingga datang ajalnya. Demikianlah namanya Sewala Brahmacari.
  3. Tresna Brahmacari (Krsna Brachmacari)
    Tresna Brahmacari adalah seseorang yang melakukan perkawinan lebih dari satu kali dan maksimal empat kali. Istri-istrinya yang dikawini tersebut merupakan istri yang sah menurut hukum perundang-undangan yang berlaku, serta tidak melanggar agama.
    Tresna Brahmacari inilah yang mendekati dengan istilah poligami yaitu beristri lebih dari 1 dan maksimal 4.  Batasan maksimal berpoligami dijelaskan didalam Slokantara. Seperti penggalan sloka berikut:
    Krsnabrahmacari ialah orang yang kawin paling banyak empat kali, dan tidak lagi. Siapakah yang dipakai contoh dalam hal ini? Tidak lain ialah Sang Hyang Rudra yang mempunyai empat dewi, yaitu Dewi Uma, Gangga, Gauri, dan Durga. Empat dewi yang sebenarnya hanyalah empat aspek dari yang satu, inilah yang ditiru oleh yang menjalankan Krsnabrahmacari. Asal saja ia tahu waktu dan tempat dalam berhubungan dengan istri-istrinya. …..” (Slokantara 1).

Jadi kesimpulannya, Agama Hindu mengajurkan monogami tapi memberikan toleransi untuk berpoligami. Karena tidak ada satupun mantra maupun sloka weda yang menyalahkan dan mengharamkan Poligami.
Tapi jangan berani poligami jika istri tidak setuju dan anda belum siap dari segi finasial dan tidak bisa bersikap adil. Karena tentu akan terjadi ketidak harmonisan.

Jika ada yang kurang tepat atau kurang lengkap. Mari diskusi dalam komentar. Jika artikel ini bermanfaat jangan lupa di share.

Like & Share Jika Bermanfaat
...

Berikan Komentar

Komentar

Follow UsJangan lupa di follow semeton, untuk mendapatkan berita terbaru dari Inputbali